Kimia Medisinal 15

 Analisis polimorfisme gen 

CYP2D6*4 dan CYP2D6*10 pada 

penderita malaria falciparum dan atau 

malaria vivax di etnis Papua menunjukkan 

bahwa genotipe mutan CYP2D6*4 tidak 

ditemukan pada sampel penelitian. Frekuensi alotip mutan CYP2D6*4 yang 

merupakan alel non-fungsional dan dapat 

bermanifestasi sebagai poor metabolizer

adalah 0%. Frekuensi alotipe mutan 

CYP2D6*10 yang dapat bermanifestasi 

sebagai intermediete metabolizer adalah 

10,2%. Hasil penelitian ini menunjukkan 

bahwa 100% sampel penelitian memiliki 

kemampuan metabolisme yang baik 

(extensive metabolizer) terhadap 

primakuin. Primakuin masih dapat 

digunakan sebagai terapi pendamping ACT 

pada malaria falciparum dan atau malaria 

vivax tanpa komplikasi di Papua yang 

berfungsi memutus rantai penularan 

malaria falciparum dan mencegah 

kekambuhan dari malaria vivax. Penelitian 

selanjutnya disarankan untuk melakukan 

penelitian serupa terkait CYP2D6*4 dan 

CYP2D6*10 di wilayah Indonesia lainnya, 

untuk menilai adanya variabilitas interetnik 

pada gen CYP2D6.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kimia Medisinal 9