Kimia Medisinal 4
Teknik kokristalisasi adalah metode sederhana yang baru dikembangkan dalam bidang ilmu rekayasa kristal untuk meningkatkan laju kelarutan dan ketersediaan hayati obat obat yang sukar larut dalam air (senyawa molekular) dengan sifat-sifat fisikokimia yang lebih unggul yang disebut dengan kokristal. Teknik kokristalisasi merupakan pendekatan alternatif dalam desain bentuk padatan obat, karena berpotensi dalam meningkatkan sifat fisikokimia seperti kelarutan, kecepatan disolusi, bioavailabilitas dan stabilitas fisika kimia dari suatu zat aktif obat, tanpa mengubah efek farmakologi dari obatnya Kokristal merupakan material yang terdiri dari dua atau lebih molekul padat yang membentuk satu kisi kristal berbeda dan dihubungkan oleh ikatan antar molekul seperti ikatan hidrogen dan gaya Van der Wals. Kokristal terbentuk dan dua atau lebih komponen, biasanya dalam perbandingan stoikiometri tertentu, di mana masing-masing komponen merupakan suatu atom, ion atau molekul.
Seperti yang telah diketahui bahwa teknik kokristalisasi ini bertujuan untuk meningkatkan laju kelarutan dan ketersediaan hayati obat-obat yang sukar larut dalam air serta teknik kokristalisasi ini merupakan pendekatan alternatif dalam desain bentuk padatan obat karena berpotensi untuk meningkatkan sifat fisikokimia seperti kelarutan tanpa mengubah efek farmakologi dari obatnya. Serta disebutkan bahwa proses kokristalisasi ini akan lebih efisien pada konsentrasi yang rendah, Mengapa demikian apa hal yang mendasari hal tersebut terjadi?
BalasHapusproses kokristalisasi akan lebih efisien pada konsentrasi yang rendah karena dari konsentrasi yang rendahmenghasilkan yield yang lebih banyak dan juga kelarutan yang lebih tinggi. Saya ambil contoh pada penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya yakni karakterisasi kokristal kurkumin dan dekstrosa. Hasil yang didapat terindikasi bahwa proses kokristalisasi berjalan lebih efisien pada konsentrasi rendah. Kelarutan dari kokristal kurkumin-dekstrosa juga lebih tinggi dibandingkan kurkumin murni, di mana terjadi peningkatan kelarutan hingga 23 mg/ml pada konsentrasi kurkumin awal sebesar 0.2%, Peningkatan ini diduga disebabkan oleh pembentukan ikatan hidrogen dari gugus hidroksil dekstrosa dengan gugus karbonil atau fenolik dari kurkumin. Namun penelitian tersebut belum memberikan hasil terkait disolusi nya secara in vitro sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut
HapusBaik dapat dimengerti, lalu bagaimana anda dapat menjelaskan proses kokristalisasi dari ibuprofen yang terjadi dengan metode slove evaporation tersebut lalu disebutkan setelah proses tersebut selesai dilakukan proses karakterisasi, apa maksud serta tujuan hal tersebut dilakukan?
Hapussetelah dilakukan kokristalisasi,proses karakterisasi ini terbilang merupakan proses penting karena didalam proses ini kita menganalisis hasil dari proses kokristalisasi tadi apakah terbentuk kokristal atau tidak,terbentuk fase kristalin baru atau tidak serta karakter lainnya . dengan kata lain proses karakterisasi ini bertujuan sebagai hasil akhir dari proses kokristalisasi tersebut. kemudian untuk proses kokristalisasi ibuprofen dengan metode solvent evaporation itu dengan cara ibuprofen dan koformer dicampurkan dengan perbandingan stoikiometri kemudian dilarutkan dalam pelarut yang cocok dan hasilnya dibiarkan menguap
HapusBaik setelah proses kokristalisasi serta karakterisasi dilakukan dilanjutkan dengan pengujian dan didapat hasil pengujian yang menunjukkan bahwa kokristal memberikan derajat inhibisi nyeri yang paling tinggi dibandingkan dengan ibuprofen murni, bagaimana hal tersebut demikian?
Hapusmenurut saya kokristal memberikan derajat inhibisi nyeri yang paling tinggi dibandingkan dengan ibuprofen murni dikarenakan oleh reaksi akhir dari kokristalisasi dimana kokristalisasi ini sendiri merubah sifat fisikokimia suatu obat lebih baik daripada obat murni yang tidak mengalami kokristalisasi. kokristalisasi itu sendiri adalah teknik rekayasa kristal yang muncul dan digunakan untuk memodifikasi sifat Bahan Aktif Farmasi (BAF)
Hapus